Spion Mobil Penghalang Iring-Iringan Jokowi Dipecahkan, Simak Undang-Undangnya

Baru-baru ini seorang pengemudi mobil bernama Taufan Aziz sempat viral di media sosial setelah menghalang-halangi rombongan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi). Sikapnya itu membuat anggota Paspampres memecahkan kaca spion kendaraannya.

Pria asal Depok itu pun akhirnya mengunggahnya ke akun media sosial pribadinya. Namun beberapa saat kemudian dirinya melayangkan permintaan maaf karena telah memviralkan insiden tersebut.

Ia mengaku bahwa dirinya menyetir mobil sambil menggunakan handphone. Maka dari itu, si pengemudi tidak sadar kendaraannya telah mengarah ke ruas jalan yang dilalui oleh iring-iringan Presiden Jokowi.

Jika melihat Pasal 134 Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, rombongan presiden mendapatkan hak prioritas. Tidak hanya presiden, berikut urutan kendaraan yang berhak mendapatkan prioritas:

1. Kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas; 2. ambulans yang mengangkut orang sakit; 3. Kendaraan untuk memberikan pertolongan pada Kecelakaan Lalu Lintas; 4. Kendaraan pimpinan Lembaga Negara Republik Indonesia; 5. Kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara; 6. iring-iringan pengantar jenazah; dan 7. konvoi dan/atau Kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Dengan begitu, Taufan telah melanggar dua pasal sekaligus saat berkendara. Selain menghalangi iring-iringan Jokowi, dirinya juga melanggar aturan berkendara dengan menggunakan handphone.

Menurut Undang-Undang, pengendara yang menghambat iring-iringan presiden bisa dipidana maksimal satu bulan dan denda paling besar Rp 250.000. Sementara untuk penggunaan handphone, pengemudi bisa dipidana paling lama tiga bulan dan denda maksimal Rp 750.000.

Tinggalkan Balasan