8 Pertanyaan Perawatan Kulit yang Paling Bikin Penasaran Menurut Google

Google baru saja merilis pencarian tren teratas tahun 2021, termasuk pertanyaan perawatan kulit yang paling banyak. Menurut traffic, tahun ini orang-orang ingin mengetahui segala sesuatu mulai niacinamide hingga apa yang dimaksud dengan slugging dan bahan mana yang patut dihindari.

Ingin tahu apa saja yang paling banyak ditanyakan, inilah daftarnya.

1. Produk skincare apa yang tidak boleh dicampur?

Retinol adalah standar emas untuk anti-penuaan, tetapi sebagai salah satu bahan yang paling sensitif, hati-hati menggunakannya. Ava Shamban, seorang dokter kulit di Beverly Hills, Amerika Serikat, memperingatkan agar tidak mencampurkan retinol dengan exfoliant asam alfa hidroksi dan asam beta hidroksi seperti asam salisilat. Kombinasi tersebut akan mengelupas kulit secara berlebihan. Pengeringan toner, astringen, dan pembersih juga akan mengeringkan kulit jika digunakan dengan retinol, dan benzoil peroksida akan membuat retinol kurang efektif. Di luar retinol, hindari penggunaan niacinamide dan vitamin C secara bersamaan karena bisa menyebabkan kulit kemerahan.

2. Apa manfaat niacinamide?

Niacinamide memiliki banyak manfaat, terutama membantu mengencangkan pori-pori, melawan tanda-tanda penuaan, meringankan bintik hitam, dan mengendalikan jerawat. Dokter kulit New York Debra Jaliman, sebelumnya mengatakan kepada Health bahwa antioksidan kuat dapat menghilangkan kulit kusam. Dokter kulit William Kwan menambahkan bahwa itu dapat melembabkan kulit dengan mengurangi kehilangan air.

3. Apa itu slugging dalam perawatan kulit?

Slugging adalah praktik untuk melapisi wajah dengan petroleum jelly atau salep serupa untuk membentuk segel pada kulit, yang mencegah kehilangan air, menjaga kulit tetap montok, dan membantu penghalang kulit yang rusak memperbaiki dirinya sendiri. Slugging dalam perawatan kulit tidak melibatkan lendir siput.

4. Bahan apa yang harus dihindari dalam perawatan kulit?

Memutuskan bahan mana yang harus dihindari dalam perawatan kulit bisa jadi rumit, tetapi berdasarkan kemampuan paraben, ftalat, benzofenon, dan silikon siklik yang mengganggu hormon, seperti cyclopentasiloxane, bisa dikatakan bahwa itu layak dihindari.

Untuk menghindari iritasi, The Campaign for Safe Cosmetics merekomendasikan untuk menghindari methylisothiazolinone dan methylchloroisothiazolinone, yang sering membuat kulit sensitif, dan pelepas formaldehida seperti DMDM hidantoin, diazolidinyl urea, imidazolidinyl urea, dan quaternium-15. Para ahli juga merekomendasikan menghindari bahan perfluorinated seperti perfluorohexane dan pentafluoropropane, karena PFAS terkait dengan jenis kanker.

5. Kapan waktu yang tepat menggunakan vitamin C?

Vitamin C bisa digunakan kapan saja. Tapi, pagi hari harus digunakan setelah mencuci muka dan menggunakan toner. Di malam hari, oleskan pada perawatan pasca-pengelupasan, toner, krim mata, dan noda.

6. Apa manfaat vitamin C untuk kulit?

Bahan ini merangsang produksi kolagen untuk kulit yang lebih montok, lebih kenyal, dan mengatasi tanda-tanda penuaan dengan memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh polusi dan sinar UV. Dermatologis Arielle Nagler merekomendasikan setiap orang untuk menggunakan produk vitamin C dalam rutinitas kecantikan.

7. Bagaimana mengaplikasikan retinol pada kulit?

Untuk memanfaatkan retinol secara maksimal tanpa memicu kekeringan, Shari Lipner, seorang dokter kulit di New York, mengatakan agar menggunakannya secara bertahap. Jumlah seukuran kacang polong dapat merawat seluruh wajah, dan dia merekomendasikan penggunaan retinol setiap hari pada awalnya. Oleskan retinoid di malam hari, karena itu sensitif terhadap sinar matahari.

8. Kapan menerapkan BHA?

Baik pagi atau malam, exfoliant asam beta hidroksi seperti asam salisilat boleh digunakan. Ini digunakan setelah pembersih, karena perawatan kulit ini meningkatkan pergantian sel dengan melonggarkan ikatan antara sel-sel kulit yang sehat dan mati, yang berarti apa pun yang digunakan setelahnya akan menembus lebih baik.

HEALTH

Tinggalkan Balasan